BAHAYA DAN RESIKO NGOJEK PALANG

Mandalahurip.desa.id – Keberadaan ojek palang di Desa Mandalahurip hingga saat ini masih eksis, meskipun resiko dihadapan mata penunggangnya. Demi menghidupi keluarga ojek ini tetap dilakukan.

Ojek palang ini, asalnya adalah sebuah media angkut membawa kayu dari pegunungan yang medan perjalannya sangat berat dan jauh dari jangkauan kendaraan besar, maka motorlah yang jadi alternatif dengan sedemikian rupa modifikasi.

Menurut Ade, (30), tukang ojek palang, untuk menjadi tukang ojek palang dibutuhkan keberanian, keterampilan khusus, dan fisik yang prima karena beban berat dan medan jalan yang terjal, apalagi dimusim penghujan jalan yang berlumpur dan licin maka beresiko dan sangat berbahaya.

“Mau cari kerja ke kota sekarang susah, apalagi ijasah saya cuma SD, jadi inilah menjadi alternatif untuk menghidupi anak dan istri saya, yang penting halal insyaalloh berkah,” ucap Ade, sambil mengikatkan tali karet kemotornya.

Motor yang digunakan untuk dijadikan ojek palang kebanyakan menggunakan motor 2 tak, seperti yamaha RX-King yang dikenal tangguh dan siraja jalanan dan alasan mereka menggunakan motor ini, karena tenaganya lebih besar dan minim dalam perawatannya.

Transaksi yang dilakukan antara tukang ojek sama bandar kayu yaitu dengan cara kubikasi dan borong tergantung jauh jarak akutnya. Untuk satu hari pendapatan yang dihasilkan rata-rata 100 – 200 ribu rupiah. Memang angka mengiurkan untuk pendapatan seperti di kampung tetapi resikonya
juga sangat besar dan berbahaya.

Facebook Comments
About mandalahurip 47 Articles
Mandalahurip adalah sebuah nama pemerintahan desa yang terletak di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.