Masih Pertahankan Bajak Sawah dengan Sapi

Mandalahurip.desa.id – Sejumlah petani di Desa Mandalahurip, masih mempertahankan mengelola tanah untuk ditanami padi di lahan sawah menggunakan bajak sapi.

“Kita hingga kini masih melestarikan musim tanam dengan memanfaatkan jasa sapi, meskipun pengelolaan tanah menggunakan sapi memakan waktu cukup lama dibandingkan dengan petani yang memanfaatkan alat pembajak mesin” kata Ade, seorang petani warga Dusun Mekarwangi, Kamis (8/11).

Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Mandalahurip, Ade Sopandi, mengatakan saat ini bantuan berupa mesin traktor ke kelompok tani di wilayah Desa Mandalahurip baru 1 (satu) unit.
Menurutnya, penambahan alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand tractor tersebut masih dibutuhkan guna mencapai program khusus swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Namun demikian, saat ini para petani pada musim tanam November 2018 sudah banyak menggunakan jasa traktor dan meninggalkan kebiasaan membajak sawah dengan kerbau/sapi.

Pihaknya terus mendorong petani agar menggunakan traktor dalam pengelolaan lahan padi secara serentak, karena penggunaan traktor dapat menekan biaya produksi dan tepat melaksanakan jadwal tanam serentak.

Selain itu, katanya, menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan sapi maupun tenaga manusia. [bey].

Facebook Comments